Rabu, 28 Oktober 2009

Kembalikan sumpah pemuda kepada Khittohnya

Pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda dari berbagai suku di indonesia mengumandangkan ikrar kebulatan tekad yang dideklarasikan sebagai "sumpah pemuda", mereka datang dari berbagai suku, daerah dan kepulauan di nusantara ini dengan tujuan :
1. membangkitkan rasa kebangsaan terhadap para pemuda di Indonesia untuk tujuan yang sama yaitu melawan segala bentuk penjajahan
2. membangun dan mempertahankan NKRI
3. menjaga keutuhan budaya bangsa

namun ikrar kebersamaan yang mereka kumandangkan tetap dalam kerangka kebinekaan, tidak menghilagkan warna dan budaya nan pelangi.
Tekad dan perjuangan mereka haryslah menjadi inspirasi dan clue yang positif bagi generasi muda sekarang, meskipun secara fisik penjajahan diIndonesia relatif tidak ada, namun penjajahan secara psikis nyaris mengisi seluruh sendi-sendi kehidupan kita, mental, ideologi, sosial, ekonomi dan banyak lagi.
paradigm shif ( perubahan paradigma ) menjadi sesuatu yang sangat monumental menghantam bangsa ini, dari mulai kelompok masak, ranum hingga bunga dan pucuk, sendi-sendi budaya warisan leluhur nyaris menjadi puing berserakan, bunga dan pucuk bangsa ini tidak lagi mengenal siapa nenek moyang yang membangun dan mempertahankan kemerdekaan negaranya, penjajahan moral nyaris tak terbendung, masuk dan merasuk hingga area paling privasi disemua sudut rumah, penjajahan moral melalui tayangan-tayangan televisi yang tida lagi mengakar pada komitmen budaya dan adat istiadat bangsa ini semakin menggila, bangsa yang dalam setiap catatan sejarahnya dimulai dengan pembangunan moral keagamaan semakin tenggelam, padahal seluruh dunia mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu diawali catatan sejarahnya dengan agama, dari jaman aimisme dinamisme, hindu budha samapai kerajaan-kerajaan Islam dan masuknya kristen yang dibawa oleh missionaris kolonial belanda, namun saat ini sungguh menyedihkan ketika kita melihat banyak tayangan-tayangan televisi yang nyaris mengajarkan kita menjadi ateis, kita tidak lagi melihat masjid, gereja, kuil ataupun vihara dalam tontonan sehari hari di televisi, budaya kekerasan, perebutan harta warisan, gaya hidup bebas, gaya hidup konsumerisme, dan terkadang sex bebas dikalangan pelajar hampir menjadi suguhan mata kita setiap harinya.
kita punya tanggung jawab untuk mengembalikan setiap hak dan kekayaan bangsa ini kepada tempatnya semula, momentum sumpah pemuda haruslah dijadikan sebuah flashback positif untuk melakukan introspeksi diri dan jati diri bangsa.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Recent post

EKONOMI (3) GAYA HIDUP (7) HUKUM (12) POLITIK (1) REALITAS (8) SOSIAL (5) WAJAH (5)
Powered by  MyPagerank.Net

monitor

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
SEO Stats powered by MyPagerank.Net